Istri Nabi SAWW (Kisah tentang Hadits al-Ifk)
Istri Nabi SAWW
WAYS
Kisah tentang Hadits al-Ifk ( tuduhan kepadasalah seorang arti Nabi SAWW ) sangat popular.Bahkan surat al – Nur secara mendetail menyinggung kisah tersebut. Ayat – ayat yang berhubungan dengan kisah ini dimulai dari ayat ke 11 hingga ayat ke 26
Buku-buku tafsir, hadis, dan sejarah Islam memiliki 2 persepsi seputar wanita yang menjadi tertuduh: Pertama, para mufassir, ahli hadis, dan sejarawan Ahlussunnah berpendapat bahwa dia adalah Aisyah, putri Abu Bakar. Pendapat ini bersumber dari hadis yang perawinya adalah Aisyah sendiri; denga penjelasan yang akan kami uraikan nati. Sebagaian tafsir sejarah Syiah,lantaran tidak jeli, juga berpendapat yang sama.
Kedua, sebagian besar kitab-kitab tafsir Syiah menulis bahwa peristiwa Ifk ( berita bohong ) terjadi dikarenakan Aisyah melempar tuduhan terhadap istri Nabi SAWW yang bernama Mariah, yang berasal dari Mesir.
Sekarang marilahkita bahas pendapat pertama, dan setelah itu kita akan sampaikan pendapat kita, yaitu pendapat kedua
Aisyah berkata, “ Tradisi Nabi, ketika hendak bepergian, adalah mengundi nama-nama istrinya; dan nama siapa saja yang keluar, maka dia akan dibawa bersamanya. Pada peperangan dengan bani Musthalik, nama saya keluar dalam undian dan saya saat itu pergi bersamanya.”
“Setelah peperangan usai dan musuh pun dapat dikalahkan, pada salah satu pemukiman di pertengahab jalan Madinah, pada suatu malam ketika kafilah hendak beranjak pergi, saya menuju ke suatu tempat untuk membuang hajat. Dan ketika saya kembali, ternyata kalung saya hilang. Saya pergi ke tempat semula untuk mencari hingga dapat. Ketika saya kembali ke pemukiman, ternyata kafilah telah berlalu dengan anggapan bahwa saya berada dalam tandu. Mereka mengangkat dan mengikatnya pada tubuh unta dan pergi.”.
“Saat itu,salah seorang berasal gurun pasir mendekati saya. Dan karena dia mengenali saya, maka dia rebahkan untahnya,menaikkan saya, dan mengantar saya hingga ke kafilah. Karena kejadia ini, orang – orang munafik membuat sebuah keributan, sehingga Nabi SAWW mengirim saya pulang kerumah ke rumah orng tua saya. Ketika ayat – ayat Ifk turn dan Allah telah membersihkan nama saya dari apa yang mereka tuduhkan kepada saya, barulah pandangan Nabi terhadap saya berubah!”
Inilah ringkasan kisah Ifk dan turunnya 16 ayat dalam surat al-Nur yang m eriwayatkan Aisyah. Apabila kisahnya memang demikian, sesuai dengan apa yang dikatakan Aisyah, maka dalam hadis tersebut terdapat sanggahan yang harus dijawab :
1. Mungkinkah Nabi SAWW mengizinkan istri mudanya keluar robongan di
malam hari dan pergi sendirian ke tempat yang gelap serta jauh di gurun pasir
tanpa sepengetahuan beliau ?
2. Begitu teledorkah Nabi SAWW ( kami berlindung kepada Allah ) terhadap
Istrinya sehingga ketika akan pergi beliau tidak tahu apakah istrinya berada
di tandu atau tertingga? Sampai-sampai, seorang Badui menemukan, memberikan tumpangan, dan menghantarkannya hingga ke rombongan?
3. Sejauh itukah ketidaktahuan Nabi SAWW tentang benar atau bohongnya
tuduhan orang-orang munafik, sampai-sampai ayat Ifk harus turun, dan
barulah kemudian beliau yakin bahwa perkataan orang-orang munafik itu
hanyalah tuduhan belaka dan Aisyah terbebas daru tuduhan, sehingga dia pun diterima kembali oeleh Nabi SAWW dan kembali ke rumah?
4. Pantaskah bagi Nabi SAWW menjauhi istrinya dan berburuk sangka kepada
Aisya hanya karena isu yang dihembuska orang-orang munafik, sehingga dapat menyebabkan kepribadian dan harga diri istri serta beliau sendir?
Semua ini adalh poin-poin belum jelas yang dapat dilihat dalam hadis Ifk secara transparan, dan menerima kisah tersebut dari Aisyah tentu mendatangkan keraguan.
Adapun dalam hadis-hadis mu’tabar (yang diakui) Syiah berkenaan dengan Hadits Al-Ifk, dengan jelas disebutkan bahwa masalahnnya tidalah seperti itu. Dengan demikian,
Sanggahan-sanggahan diatas diatas tak satupun mengena.
Dalam kasu ini, Syiah meriwayatkan bahwa pada suatu hari, Nabi SAWW menunjukkan
Ibrahim, putta kecil beliau dari istrinya yang berkebangsaan Mesir bernama Mariah, kepada Aisyah dan berkata, “ Lihatlah, alangkah miripnya (ia) dengan saya .”
Aisyah menjawab, “Tidak! Saya tdak melihat adanya kemiripan denganmu!”
Aisyah ingin menuduh Mariah melalui jalur ini, Sebab, dialah (Mariah) satu-satunya wanita yang mempunyai anak dari Nabi SAWW, Setelah Khadijah. Sementara Aisyah hanyalah wanita muda yang di persunting Nabi SAWW. Dia tidak bisa menyaksikan pemandangan ini dan harus bersabar ( dengannya). Aisyah sendiri berkata, “ Keadaan yang dialami oleh setiap wanita telah terjadi padaku.”
Namun, menurut Almarhum Allamah Sayyid Abdul Husain Syarafudin al-Amili, “Allah membersihkan nama Ibrahim beserta ibunya dengan perantara Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib.” Hakim al- Naisyaburi, menukilkan kisah itu dari Aisyah, dalam hadis sahih Mustadrak, dan Dzahabi mengutp dalam al-Talkhis-nya. Lihatlah Mustadrak jilid ke-4 dan al-Talkhis halaman 39 dan bersiaplah anda terheran-heran!
Sebagaimana yang terdapat dalam Hadis al-Ifk berkenan dengan buruk sangka dan iri hati Aisyah kepada Mariah, Isri lain Nabi SAWW, dapat di simpulkan bahwa karean Aisyah tahu bahwa dirinya tidak mempunyai anak, sementara dia melihat anak tirinya digenong Nabi SAWW, maka dia menuduh Mariah dengan melibatkan seluruh keluarga dan orang banyak serta membuat keributan. Tujuan Allah menurunkan ayat-ayat Ifk adalah membersihkan nama Mariah dari tuduhan Aisyah orang-orang munafik yang telah mengatur rencana (jahat) dan berakhir dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan Aisyah; lantaran beberapa alasan (fakta):
1. Allah telah membersihkan nama Mariah, bukan Aisyah.
2. Aisyahlah yang telah mnuduh Mariah, sehingga menyebabkan orang-orang . munafik pemperpanjang masalah dan membuat keributan
3. Ayat-ayat Ifk diturunkan dalam rangka mencibir Aisyah, bukan membela-
nya, apalagi setelah adanya cerita yang tidak sesuai fakta.
4. Dengan fakta ini jelaslah bahwa tujuan Aisyah dalam membuat hadis terse
but adalah menyesatkan arah turunya ayat-ayat Ifk dan mengarahkannya
pada kepentingan sendiri. Sebab, saat itu, kekuasaan berada ditangan ayah
nya . Dia dapat menghapus perbuatan dan kesalahan dirinya serta mengubah
nya untuk membersihkan namanya. Adapun berkenaan dengan masalah lain,
ia malah membuatnya tampak semakin jelas.
Inialah terjemahan ayat-ayat Ifk yang tentunya saja para pembaca terhormat tidak akan mengira seperti itu:
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita kebohongan itu adalak dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahgian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.(al-Nur:11)
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang
mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri,
dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”
(al-Nur:12)
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang
saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-
saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.
(al-Nur: 13)
Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di
dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa adzab yang besar, karena
pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.(al-Nur: 14)
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut
dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit
juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada
sisi Allah adalah besar. (al-Nur:15)
Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu:
“Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau
(Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.” (al-Nur; 16)
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang
seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman,
(al-Nur; 17)
dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (al-Nur; 18)
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji
itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang
pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak
mengetahui. (al-Nur; 19)
Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu
semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu
akan ditimpa adzab yang besar). (al-Nur; 20)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah.
syaitan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka
sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan
yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya
kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari
perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui. (al-Nur; 21)
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di
antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan)
kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang
berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang
dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Nur; 22)
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik,
yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan
akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar, (al-Nur; 23)
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka
terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (al-Nur;24)
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut
semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi Yang
menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).
(al-Nur; 25)
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang
keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik
adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-
wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang).
dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki
yang mulia (surga). (al-Nur; 26)